Makassar, 3 Juni 2026 – Himpunan Mahasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah STAI Al Furqan Makassar kembali menyelenggarakan Musyawarah Besar (MUBES) sebagai agenda tahunan organisasi yang sarat akan nilai evaluasi dan regenerasi kepemimpinan. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pascasarjana STAI Al Furqan Makassar pada Rabu (03/06) dengan dihadiri oleh pengurus, anggota, serta peserta dari kalangan mahasiswa penerima KIP-Kuliah.
Musyawarah Besar ini menjadi forum tertinggi dalam organisasi yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan serta keberlanjutan program kerja himpunan ke depan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah refleksi atas kinerja pengurus selama satu periode kepengurusan.
Dalam pelaksanaannya, MUBES mengusung beberapa agenda utama, di antaranya penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode 2025/2026, evaluasi program kerja, serta pemilihan Ketua Umum untuk periode 2026/2027. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara tertib dan penuh khidmat, mencerminkan komitmen bersama dalam membangun organisasi yang lebih baik.
Ketua panitia dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan momentum penting dalam perjalanan organisasi.
“Musyawarah Besar ini adalah ruang bagi kita semua untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan, sekaligus merumuskan langkah strategis untuk masa depan organisasi,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sesi penyampaian LPJ, pengurus periode 2025/2026 memaparkan berbagai capaian program kerja yang telah dilaksanakan selama masa kepengurusan. Tidak hanya itu, peserta juga diberikan kesempatan untuk memberikan masukan, kritik, dan saran sebagai bagian dari proses evaluasi yang konstruktif.
Diskusi yang berlangsung dinamis menunjukkan tingginya partisipasi anggota dalam mengawal keberlangsungan organisasi. Berbagai pandangan disampaikan guna meningkatkan kualitas program kerja serta memperkuat peran HIMAKIP-K dalam mendukung mahasiswa penerima KIP-Kuliah.
Memasuki tahap sidang pleno, forum kemudian melanjutkan agenda pemilihan Ketua Umum baru. Proses pemilihan dilakukan secara demokratis melalui mekanisme musyawarah mufakat maupun voting, sesuai dengan kesepakatan peserta sidang. Hal ini menjadi wujud nyata penerapan nilai-nilai demokrasi dalam tubuh organisasi mahasiswa.
Salah satu peserta MUBES menyampaikan harapannya terhadap kepemimpinan yang akan datang.
“Kami berharap ketua terpilih nantinya mampu membawa organisasi ini lebih aktif, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi seluruh anggota,” ungkapnya.
Pelaksanaan Musyawarah Besar ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengurus kepada seluruh anggota. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penting dalam memastikan terjadinya regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya MUBES HIMAKIP-K STAI Al Furqan Makassar periode 2025/2026, diharapkan organisasi ini dapat terus berkembang, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi mahasiswa penerima KIP-Kuliah maupun lingkungan kampus secara luas.
